Pengembangan Buku
Pelajaran Tata Bahasa Indonesia berdasarkan Teknik Discovery untuk siswa
Sekolah Menengah Pertama
oleh Faisal Isnan
Apa itu tesis,
perbedaan tesis,
skripsi, dan disertasi ?
Sebenarnya
tesis sendiri hampir mirip dengan skripsi dan disertasi. Yaitu sama-sama
digunakan untuk menempuh ujian akhir dan memperoleh gelar sesuai jenjang
pendidikannya. Perbedaanya ialah paradigmanya. Sebagai contoh skripsi itu
merupakan bentuk penerapan dari disiplin keilmuan yang dipelajari sehingga
pembahasan masih bersifat meluas tetapi belum terlalu mendalam kedalam disiplin
ilmu yang dipelajari. Sedangkan tesis sendiri merupakan pengembangan dari suatu
teori dalam disiplin ilmu yang dipelajari. Maksudnya disini tesis itu lebih
menekankan pada mendalami sebuah teori dan berusaha membuktikannya apakah
sesuai atau tidak maupun relevan atau tidak relevan dengan fenomena yang ada di
dalam masyarakat. Penelitian di dalam tesis ini sudah mulai terfokus dan
mendalam. Maksudnya ialah mencari tahu sesuatu hal dan membuktikannya dengan
bukti yang valid dan sesuai. Sedangkan disertasi sendiri merupakan sebuah
penelitian yang mana menjadikan hasilnya berupa penerapan sebuah teori yang
menghasilkan sebuah temuan baru yang mana berguna dalam ilmu pengetahuan yang
ia dalami. Sehingga berdampak dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan.
Ketika melakukan penelitian fokusnya lebih terpusat terhadap satu hal saja
tetapi benar-benar mendalami hal tersebut sehingga menemukan sebuah sesuatu
yang berguna di dalam keilmuan yang dipelajari.
Penyusunan
sebuah karya (skripsi/disertasi/tesis) sendiri terdapat berbagai tahapan.
Pertama menentukan topik dari karya. Maksudnya ialah fokus masalah dari karya
tersebut mengarah kemana. Apakah cenderung
melihat hal-hal yang bersifat pragmatis
maupun empiris maupun hal yang bersifat idealis. Selain itu topik juga bisa
dikuasai oleh si empunya karya yang mana menjadi tolok ukur dalam bidang
keilmuannya. Kemudian setelah menemukan topik yang sesuai, ialah menentukan referensi yang digunakan
dalam karya tersebut. antar penelitian punya banyak sekai referensi yang mana
terdaapt ketentuannya tergantung jenis penelitian karya tersebut. Kemudian tentukan pembimbing karya.
Sesuai atau tidak dengan karya yang dibuat. Maksudnya apakah dosen tersebut
menguasai tentang hal yang akan buat dan bisa membantu mengarahkan pembuat
karya tidak lepas dari teori yang akan ia teliti. Selain itu juga menjaga si
peneliti tetap sesuai dengan bidang keilmuanya. Setelah itu tentukan metodenya.
Metode sendiri ialah proses penarikan kesimpulan dengan melakukan analisis data
yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Terdapat dua jenis data yaitu
data kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif maksudnya ialah lebih menekankan
pada pencarian data dari analisis sesuatu hal yang sudah ada dengan melakukan
pembuktian dari sample. Sedangkan kuantitatif merupakan sesuatu yang dilihat
melalui prosentase angka. Sehingga dalam pencarianya dibutahkan banyak sekali
instrumen yang harus dibuat kemudian diolah (peneliti menentukan cara
pengolahan data melalui software) dan pengolahan data secara statistik sehingga
diperoleh sebuah kesimpulan yang valid dan sesuai dengan apa yang kita
inginkan. Perbanyak literasi yang sesuai dengan fokus unit analisis dari karya
yang dibuat maksudnya agar bisa mengetahui banyak referensi dalam
mengerjakan karya. Setelah itu melakukan penelitian dan penarikan sampel.
Penelitian sendiri bisa secara kuantitatif maupun kualitatif. Dalam prosesnya
sudah mempunyai instrumen data yang diteliti. Apakah sudah sesuai dengan fokus
penelitian. Setelah itu pengolahan data. Ketika pengolahan data terkadang
banyak sekali hal yang mana mengganggu proses karya. Kesibukan, acara maupun
banyak hal yang menyebabkan proses penyusunan karya itu tersendat.
Apa itu Teknik Discovery ?
Teknik
Discovery merupakan suatu teknik dalam proses pembelajaran siswa. Teknik ini
mengajarkan pembelajaran itu terpusat pada siswa. Maksudnya ialah siswa yang
lebih aktif mencari ilmu. Sebagai contoh siswa diberikan teori atau ceramah
sebagai pengantar awal materi kemudian siswa diberikan tugas (latihan) sesuai
dengan materi. Siswa sendiri diajarkan untuk lebih aktif dalam KBM di kelas.
Istilahnya hal tersebut sudah sesuai dengan bentuk dari kurikulum 2013 yang
mana menekankan cara siswa harus lebih aktif mencari bahan materi dari
pelajaran yang ia pelajari di sekolah. Siswa sendiri bisa menggunakan banyak
sumber baik sumber buku utama maupun sumber buku suplemen. Buku utama merupakan
buku yang digunakan oleh guru tersebut ketika KBM sedangkan buku suplemen
merupakan buku tambahan yang digunakan siswa untuk latihan dann mendalami
konsep.
Dalam
penelitiannya, narasumber menggunakan teknik penelitian pengembangan uji
kelayakan dari buku tata bahasa. Apakah buku tersebut sudah layak digunakan
untuk proses KBM di sekolah. Narasumber sendiri dalam mencari referensi
menggunakan banyak sekali buku. Narasumber menggunakan 15 buku yang terbagi
dalam tiga jenjang dengan penerbit yang berbeda akan tetapi kurikulum dalam
buku sama. Peneliti disini berusaha melihat korelasi antara isi buku dan
kurikulum. Selain melihat korelasi, ia juga melihat jika antar buku yang
menjadi referensi terdapat banyak sekali perbedaan dari 15 buku yan dijadikan
referensi.
Menurut
narasumber, proses pembuatan sebuah karya merupakan sebuah bentuk dari trilogi
IMM. Yaitu membentuk budaya intelektual. Selain itu pembuatan karya merupakan
sebuah hal yang penting bagi seorang aktivis. Yaitu membentuk sebuah pemahaman
intelektual dalam bidang keilmuan menjadi meluas dan mendalam. Seorang aktivis
punya wawasan yang luas dan bisa mendalami sesuatu hal yang ia pelajari.
Sehingga mempunyai background keilmuan tersendiri. Maksudnya seorang aktivis
bisa menggunakan keilmuanya dengan baik dan bisa bertanggungjawab serta
mendalami apa yang menjadi bidang keilmuannya.



